Selamat datang!

"Besar harapan agar blog ini bisa bermanfaat buat kita semua"

Senin, 05 Oktober 2009

Volunteer translator untuk www.kombu.de/indones.htm

Dear blogger,
Secara tidak sengaja sewaktu aku sedang surfing diinternet untuk mencari tulisan untuk inspirasiku tentang amankan teh kombucha untuk anak-anak aku menemukan blog ini, dimana pada website bagian bawahnya ditemukan notes kecil yang intinya minta ke kita untuk menjadi volunteer untuk men-translate beberapa subject tulisan dari bahasa inggris menjadi bahasa indonesia. Sepertinya Aku tertarik deh! Mudah-mudahan nanti bisa membantu, karena dengan mengerjakan project transalasi ini Aku akan bisa lebih paham lagi tentang teh Kombucha.
Sudah banyak lho subject yang ditulis dalam website tersebut. Untuk harapannya sih cuma satu, yaitu agar Aku bisa mendapatkan sebuah email dari yang punya untuk Aku masukan kedalam blogku.

Oya, ngomongin yang punya website tersebut, ia adalah pakar teh Kombucha yang dikenal saat ini, namanya Gunther W. Frank. Banyak sekali tulisan tentang Kombucha yang berkeliaran diinternet adalah merupakan summary dari tulisan-tulisannya. Yach semoga saja project ini bisa berhasil.
Nanti kalau Aku sudah dapat email dari pak Gunther Frank ini, pasti akan Aku share di blog ini. Do'akan saja ya supaya berhasil.

Salam, dheeta


Jumat, 02 Oktober 2009

Cara pembuatan teh Kombucha ala dheeta

Dear para pengunjung blog yang setia,

Dengan menulis kata "cara membuat teh Kombucha" dimesin pencari google maupun yahoo banyak sekali website maupun blog yang akan mengulas hal ini. Sangat bervariasi! meskipun tidak dipungkiri ada beberapa kemiripan dalam beberapa langkah-langkah pembuatannya.

Ingin sekali Aku bisa copy paste langkah-langkah tersebut untuk mengisi blogku, lha kalau sudah begini apa bedanya blog-ku dengan yang lainnya?. Aku ingin sekali blog-ku ini terisi oleh tulisan dan pengalamanku sendiri, sehingga bisa menjadi blog yang orisinil. Memang sih ku Akui bahwa ada beberapa tulisan yang Aku copy dan paste dari beberapa tulisan dari blog lain, tapi jadi keharusan bagiku untuk menyertakan sumbernya dalam tulisan/postingan tersebut. Biasanya tulisan yang Aku copy adalah merupakan tulisan yang memang bersifat informatif dan tulisan dengan tema yang ilmiah sehingga sudah menjadi keharusanku untuk tidak membuat summary yang akhirnya akan membuat makna dari tulisan tersebut menjadi bias.

Mengenai tulisan "cara pembuatan teh Kombucha ala dheeta" sebetulnya dilatar belakangi oleh langkah-langkah yang agak menyulitkan buatku. Karena langkah-langkah seperti menimbang gula yang dipakai harus sekian gram, teh yang digunakan harus sekian oz itu tidak bisa Aku lakukan. Untuk Anda yang telah memiliki timbangan mungkin ini tidak masalah, tapi untuk Aku? ya iyalah karena Aku tidak punya timbangan tersebut.

Dari pengalamanku dalam membuat teh Kombucha ini, Aku merasa tidak ada kesulitan sama sekali karena seperti judul blog -ku "Kombucha tea : cheap, SIMPLE and Salubrious atau Teh Kombucha : murah, mudah dan menyehatkan". Tidak ada yang merepotkan!.Hi hi hi, jadi kapan nih! ditulis langkah-langkah pembuatannya, lha yang mau buat aja nulisnya ngalor ngidul seperti lagi ngerumpi!.

OK deh, mari kita lanjutkan!. Kita coba untuk yang kapasitas 800 cc liter saja ya. Ini sudah cukup koq untuk konsumsi 1 minggu dengan asumsi konsumsi perharinya adalah sekitar setengah gelas (100 cc).

Pertama-tama adalah masalah persiapan. Apa sih yang harus dipersiapkan? Nggak ada yang perlu dipersiapkan, Aku biasanya pakai toples kaca bekas kopi nescafe, kalau nggak ada bisa pakai bekas coffe mate, nutrisari atau apa sajalah yang penting toples kaca.

Buat larutan teh dalam toples ini, Aku biasanya pakai air panas yang dari dispenser. (Hati-hati dengan air PAM lho ya... karena biasanya kalau airnya mengandung banyak kaporit maka bibit teh akan mati dan teh Kombucha tidak bisa didapat). Kemudian beri gula pasir sebanyak 3-4 sendok teh full. Untuk tehnya karena Aku pakai teh hijau, Aku kasih 2 bag agar aroma dan warna tehnya terasa. Untuk teh hitam cukup satu bag. Kalau tidak ada tea bag gimana? ya pakai teh bubuk aja, prosesnya persis seperti kalau kita menyuguhkan teh manis untuk tamu.Setelah itu biarkan saja dulu sampai suhu teh manis ini menjadi dingin dan sama dengan suhu ruang.


Setelah teh menjadi dingin, tambahkan kira-kira sepersepuluh bagian teh Kombucha yang sudah jadi (sisa hasil konsumsi sebelumnya). Biasanya cairan teh Kombucha yang masih tersisa tersebut akan meninggalkan banyak kotoran seperti jelly, lebih baik di saring dahulu sehingga kita mendapatkan cairan yang bersih.

Setelah selesai kemudian masukkan bibit jamurnya. Seperti cairan teh Kombucha sisa maka bibit jamur ini pun masih melekat bibit jamur yang sudah mati. Cuci jamurnya dengan air putih matang dan lapisan yang terbawah bisa dibuang sehingga kita akan mendapatkan bibit jamur yang putih dan bersih. Waktu dicelupkan maka bibit ini ada yang tenggelan dan ada pula yang mengambang, hal ini tidak apa-apa dan merupakan hal yang wajar. Coba saja perhatikan pada hari ke 2 dan ke 3, pasti bibit kombucha-nya akan tertarik keatas.

Setelah itu tutup dengan kertas tissue mulut toplesnya dan diikat dengan karet, hal ini sangat berguna untuk melindungi teh yang kita buat dari serang serangga atau kotoran. Jangan salah lho, pernah toples ku yang berisi teh Kombucha ini kemasukan seekor cecak!. Nggak nyangka, ternyata cecak juga suka teh Kombucha juga ya!.

Kemudian langkah selanjutnya atau langkah terakhir adalah menyimpan teh Kombucha tersebut didalam lemari yang ada sirkulasi udara bersih dan tidak terkena cahaya. Berhubung ini adalah proses fermentasi, jadi cahaya sangat tidak dibutuhkan. Tunggu deh sampai 8-14 hari. Selamat menikmati!.

Salam, dheeta.

Selasa, 29 September 2009

Manfaat Glucuronic Acid hasil produksi teh Kombucha


Dear blogger,
Dari beberapa literatur yang tersebar di internet, Aku sangat antusias sekali untuk bisa mengetahui lebih detil lagi apa yang terkandung dalam teh Kombucha ini. Selain untuk menambah pengetahuanku yang terus terang memang awam mengenai pengetahuan secara ilmiah tentang hal ini.
Salah satu yang sering disebutkan dalam literatur tersebut, ternyata banyak sekali unsur-unsur yang dihasilkan oleh teh Kombucha ini, dan yang paling dominan disebut adalah bahwa teh Kombucha tersebut sangat mengandung Glucuronic Acid yang kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia adalah Asam Glukoronat.
Sebetulnya hasil fermentasi teh Kombucha ini juga menghasilkan unsur asam yang hampir sama yakni Asam Glukoronat dan Asam Glukonic. Tentunya kedua unsur ini memiliki fungsi tersendiri dalam reaksinya terhadap metabolisme tubuh.
Mungkin Anda bertanya-tanya sebetulnya apa sih kedua unsur tersebut?
Sedikit ilmiah tidak apa-apa ya.... Sebetulnya Asam glucunorat adalah merupakan rangkaian atom yang hampir mirip dengan glukosa dan Aku yakin bahwa glukosa merupakan hal yang tidak asing lagi. Dan unsur ini sering kita konsumsi sebagai bahan bakar metabolisme tubuh kita diantaranya ada pada gula, nasi atau makanan yang mengandung karbohidrat dll. Secara kimiawi unsur ini sering ditulis dengan C6H12O6.
Akibat hasil oksidasi yang terjadi dari proses fermentasi teh Kombucha ini, maka ia akan bereaksi (terjadi oksidasi) dengan gugus kimia asam oksalat sehingga hasil akhirnya adalah asam Glukoronat, sehingga yang tadinya gugus glukosa berubah menjadi gugus C6H10O7 dan tentunya berbeda dengan asam gluconic dimana gugusnya adalah C6H12O7. Hi hi hi pusing ya...? sama dong!.

Ok! mari kita tinggalkan Asam Glukonatnya dulu ya, karena memang Aku hanya ingin membahas Asam glukoronatnya saja.
Pasti Anda semua ingin tahu manfaat dari Asam glukoronat ini khan?.
Asam Glukoronat ini adalah merupakan senyawa yang sangat mudah larut dalam air dan unsur ini selalu tersambung dengan aktifitas metabolisme tubuh dimana unsur-unsur penting terdapat didalamnya seperti proses pembentukan darah/hemoglobin, hormon, turunan asam lemak, pembersihan polutan tubuh dll. Nah proses ini semua terjadi di organ hati. Proses metabolisme ini dikenal dengan istilah : GLUCURONIDATION dan tentu saja enzim-enzim untuk mempercepat proses ini (katalisasi) berhubungan juga dengan organ-organ penting lainnya.
Tubuh manusia menggunakan proses glucuronidation ini untuk menghasilkan senyawa lain yang lebih kompleks dan lebih mudah untuk larut dalam air.
Dengan menghasilkan unsur/senyawa ini, maka sudah dipastikan bahwa unsur ini sangat penting untuk mengikat segala polutan, sampah hasil produksi dari reaktor tubuh untuk dibuang melalui urinasi.

Hmm.. menarik juga bukan?, pantes aja kenapa setelah mengkonsumsi teh Kombucha ini Aku merasakan kelancaran dalam proses pembuangan urine.
Untuk yang lain? mohon bersabar ya......

Salam, dheeta

Sabtu, 26 September 2009

Teh Kombucha vs Tapai Ketan


Para pengunjung blog sekalian, Hari raya Idul Fitri 1430 H baru saja berlalu. Dan pastinya banyak sekali jenis makanan, minuman dan camilan yang sudah kita nikmati pada saat itu.
Diantara jamuan tersebut tentunya para blogger sekalian ada yang menyantap hidangan istimewa yakni tapai/tape ketan. Karena begitu pula dengan Aku, hidangan lemang tapai adalah memang sajian yang harus ada disaat hari Raya ini.
Tentu kita semua juga mengetahui bahwa proses pembuatan tapai ketan adalah merupakan hasil dari beras ketan yang sudah matang kemudian diberi/ditaburi ragi, kemudian melalui proses fermentasi, maka jadilah tapai. Secara ilmiah memang Aku tidak mengetahui apa kandungan yang terdapat pada tapai ketan itu, karena setelah ketan menjadi tapai maka tidak ada proses perubahan bentuk yang berarti dari sebelumnya, hanya saja ketan yang sebelumnya kering menjadi basah dan berair serta aromanya pun sangat berbeda. Aku rasa aku tidak perlu lagi menjelaskan seperti apa aromanya dan pastinya para pembaca sudah mengetahuinya. Sungguh nikmat sekali menikmati tapai ketan ini, jika hasil yang didapat adalah tapai ketan yang manis rasanya dan banyak airnya. Karena tidak tertutup kemungkinan bahwa proses pembuatan tapai pun gagal sehingga rasanya menjadi asam, katanya sih itu karena raginya yang kurang bagus dan juga penanganan yang kurang hygine waktu pembuatannya.

Lho....koq jadi ngomongin tapai ketan ya... hi hi hi.
Sebetulnya dalam postingan kali ini yang ingin Aku angkat adalah masalah hasil proses fermentasi dari pembuatan tapai itu sendiri, karena hal itu hampir mirip dengan pembuatan teh Kombucha. Aroma dan rasa juga tidak jauh berbeda. Meskipun tidak jauh, tapi tetap aja ada bedanya, kalau tapai ketan itu medianya ada nasi ketan tapi kalau teh Kombucha ada teh (baik teh hitam maupun teh hijau). Yang membedakan adalah yaitu wujud aslinya tadi, dari ketan tetap ketan dan dari teh ya tetap teh. Jadi bedanya dimana ya...?.

Hmmm... dari beberapa literatur yang Aku dapat bahwa proses fermentasi tapai diperoleh karena adanya kerja beberapa fungi/jamur diantaranya adalah rhizopus (Kalo seingatku waktu zaman SMP dulu ini adalah jamur tempe), saccharomyces, aspergillus, mucor, amilomyces, endomycopsis, bakteri acetobackter dll.Dan tentunya hal ini juga tidak beda jauh dengan proses fermentasi yang terjadi pada teh Kombucha dimana kandungan yang terdapat pada teh Kombucha ini diantaranya adalah acetobacter xylinium, bacterium gluconum, acetobacter kategonum, picha fermentans serta sacharomyces dll. Hampir sama khan?, tapi mohon maaf banget ya... Aku kurang faham dengan istilah-istilah tersebut dan semoga tidak dipermasalahkan.

Berkenaan dengan perpedaan pendapat masalah teh Kombucha ini apakah halal atau haram, Aku sangat setuju sekali dengan pendapat dari Pak Nandra (Lihat postinganku sebelumnya), sangat bijak sekali Beliau memutuskan karena Beliau pasti memiliki ensiklopedi ilmu yang sangat lengkap untuk bisa memutuskan.
Jadi kalau kita memang ragu, maka tinggalkan.
Yang pasti adalah segala sesuatu jika dikonsumsi berlebihan akan membawa kepada kerugian.


Salam, dheeta.

Halalkah teh Kombucha?

Salam jumpa lagi para pengunjung Blogku yang baik,

Alhamdulillah akhirnya ketemu juga ulasan mengenai status Kombucha ini dalam wacana halal dan haramnya. Secara garis besar keberadaan teh Kombucha masih belum bisa dipastikan apa hukum halal dan haramnya seperti yang diulas oleh direktur LPPOM MUI dan president World Halal Council, Bp. H. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen Msi, Mec, Ph.D. Pada Senin, 23 Maret 2009. Meskipun ada warning pada akhir ulasannya, “Jika ragu tinggalkan”. Untuk itu, mari kita ikuti ulasannya yang Q sadur dari website www.Pkesinteaktif.com.


Selamat membaca:

Tanya : Assalamualaikum Wr. Wb. Belakangan ini sering kita dengar, teh ini banyak mengandung khasiat sebagai obat penyembuh segala macam penyakit. Padahal didalamnya terkandung bahan tambahan yang katanya berstatus rawan halal. Dari proses pembuatannya katanya juga dicampur dengan unsur beralkohol. Mohon penjelasannya.

Terima kasih
Wassalam,
Enggar Setya Wardani, Bengkulu

Jawab: Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Perlu diinformasikan, Kombucha (cairan jamur teh) adalah salah satu probiotik yang mulai populer pada tahun 2002. Di Asia, Eropa dan Amerika, teh kombucha selain sebagai minuman, juga dikenal khasiatnya obat berbagai penyakit.. Perlu diketahui teh kombucha memeram air teh manis yang ditambahi biang jamur. Jamur teh penghasil cairan kombucha adalah campuran beberapa mikroba berupa bakteri dan ragi yang tidak berbahaya antara lain Saccharomuces cerevisiae, candida validda, candida lambia dan pichia fermentans. Oleh beberapa ahli, jamu teh ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, sampai disini tidak di permasalahkan khasiatnya. Namun dalam pembuatannya, Kombucha tetap melalui fermentasi dan oksidasi, sehingga terjadi sebuah reaksi pada larutan teh manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh akan “memakan” gula dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur seperti gluncuran acid, latic –acid, vitamin, asam-asam amino, berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain termasuk unsur etil (alkohol).
Dengan begitu meski kadarnya rendah, teh kombucha sejatinya tergolong minuman yang mengandung alkohol. Maka kita harus hati-hati biasa saja teh kombucha statusnya haram. Dalam hal ini LP POM MUI belum mengeluarkan labelisasi halal. Islam memberi petunjuk kalau ragu jangan dikerjakan. ‘’Dak ma yuribuka ila mala yuribuk-tinggalkanlah hal yang meragukan.’’ Menurut saya teh kombucha belum selesai status kehalalannya. Demikianlah jawaban yang saya berikan semoga dapat memberikan solusi.
Salam Halal !
H.Ir.M. Nadratuzzaman Hosen, MSi, Mec, Ph.DDirektur LPPOM MUI dan President World Halal Council